Pengertian Isolator Dan Penjelasannya Lengkap

Pengertian Isolator Dan Penjelasannya Lengkap

Foodphotographer – Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita dapat mendeteksi benda-benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik. Selain itu, beberapa benda tidak dapat menghantarkan panas atau dapat digunakan untuk memblokir panas. Antara konduktor dan isolator tentu memiliki sifat yang bertolak belakang.

Meski begitu, kedua sifat materi ini saling bergantung dalam materi. Kita bisa mengambil contoh besi. Setrika sendiri merupakan benda yang umum digunakan untuk menghaluskan pakaian dengan panas. Alas dengan besi terbuat dari logam sebagai penghantar panas. Sedangkan gagang besi terbuat dari plastik atau kayu agar mudah digenggam.

Pengertian Isolator

Sebelum berbicara mengenai isolator, tentunya kita harus memahami terlebih dahulu perbedaan antara isolator dan konduktor. Isolator adalah bahan atau zat yang tidak dapat menghantarkan panas atau listrik. Benda yang memiliki sifat seperti isolator tentunya akan sangat sulit untuk menghambat aliran kalor yang masuk ke dalam konduktor. Selain itu, isolator juga dapat memisahkan konduktor tanpa memancarkan listrik.

Bahan isolasi memiliki ketahanan yang tinggi. Ini karena jenis resistornya besar. Diketahui bahwa bahan isolasi memiliki sedikit elektron pada lapisan terluar atom yang gaya tarik-menariknya dengan inti atom sangat kuat. Jika setiap ujung isolator dihubungkan dengan tegangan kecil, elektron eksternal tidak akan dapat melepaskan gaya pengikat inti. Oleh karena itu, tidak ada elektron yang mengalir melalui isolator. Selain itu, tidak ada arus listrik yang dapat melewati isolasi.

Isolator diketahui diperlukan dalam beberapa bahan karena tidak dapat menghantarkan panas. Dalam penggunaan sehari-hari, isolator bekerja sama dengan konduktor untuk membentuk satu kesatuan. Tidak hanya panas yang sulit untuk dihantarkan, tetapi bahan isolasi juga dapat memberikan perlindungan terhadap api, transmisi listrik dan suara. Beberapa bahan isolasi yang harus diperhatikan adalah plastik, kaca, kayu, dan busa.

Sedangkan kebalikan dari isolator yaitu konduktor adalah suatu benda atau zat yang dapat menghantarkan panas dan arus listrik dengan baik dan cepat. Walaupun berwujud cair, padat atau gas, bahan konduktif tetap dapat menghantarkan panas. Bahan konduktif itu sendiri memiliki resistansi yang kecil dengan resistansi yang kecil pula. Bahan konduktif diketahui memiliki elektron di lapisan terluar atom yang daya tariknya terhadap inti atom lemah.

Hal ini menyebabkan setiap ujung konduktor dihubungkan dengan tegangan kecil, sehingga elektron akan dapat bergerak bebas, sehingga mendorong transfer elektron (panas dan arus listrik) melalui konduktor.

Namun, di sisi lain, ada benda yang berhubungan dengan sifat semikonduktor. Semikonduktor adalah bahan atau zat yang mampu menghantarkan listrik atau panas dan berada di antara isolator dan konduktor. Benda ini berada di antara isolator dan konduktor karena memiliki sifat isolasi pada suhu yang sangat rendah dan juga memiliki sifat konduktor pada suhu kamar (suhu tinggi).

Bahan yang termasuk dalam semikonduktor antara lain silikon, germanium, dan gallium arsenide. Seseorang yang ingin mencapai sesuatu seperti ini biasanya menggunakan beberapa atom. Germanium sendiri dulunya merupakan satu-satunya bahan yang dapat diteliti untuk membuat komponen semikonduktor.

Namun, baru-baru ini silikon telah menjadi bahan yang populer karena banyak orang mengetahui cara mengekstraknya dari alam. Silikon sendiri bisa dibilang merupakan material paling melimpah kedua di Bumi setelah oksigen. Benda-benda tertentu yang mengandung banyak silikon, seperti pasir, kaca, dan bebatuan lainnya.

Sumber: https://www.kelasplc.com/